Pergolakan Kawasan, Mesir Di Persimpangan Jalan

Oleh  harmen batubara

Menurut    Musthafa Abd Rahman Kompas/12/2/2011 Mesir setelah aksi demonstrasi rakyat selama 18 hari dan telah menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai ribuan orang lainnya, Presiden Mesir Hosni Mubarak akhirnya mengundurkan diri, Jumat (11/2) petang. Pemerintahan Mesir dilimpahkan kepada pihak militer.

Pengunduran diri Mubarak disampaikan Wakil Presiden Omar Suleiman melalui pernyataan yang disiarkan langsung televisi nasional Mesir. Menurut Suleiman, pemerintahan untuk sementara akan dipegang oleh Dewan Agung Militer Mesir. ”Dalam masa-masa sulit yang sedang dihadapi negara ini, Presiden Hosni Mubarak telah memutuskan untuk meninggalkan posisi kepresidenan. Ia telah menugaskan Dewan Agung Militer untuk mengarahkan berbagai urusan negara,” tutur Suleiman dalam pernyataan singkat di Kairo setelah Mubarak dan keluarga berangkat ke Sharm al-Sheikh.

Pengumuman mundurnya Mubarak langsung disambut gegap gempita oleh ratusan ribu demonstran di kota-kota utama Mesir. ”Rakyat telah berhasil menumbangkan rezim, rakyat telah menumbangkan rezim!” teriak massa berulang-ulang di Alun-alun Tahrir (Kebebasan), pusat Revolusi Nil sejak 25 Januari. Bunyi terompet bergema di seantero Kairo, pemrotes melambai-lambaikan bendera-bendera Mesir pertanda sukacita luar biasa.

Laporan wartawan stasiun televisi Al Jazeera dari Alun-alun Tahrir mengatakan, ”Saya belum pernah melihat hal seceria ini. Warga saling menyiramkan air dan terbenam dalam suasana kebahagiaan.”

Kehawatiran Perubahan Kawasan

Tetapi proses penggulingan Mubarak  lewat demostrasi selama 18 hari telah   menyebabkan perekonomian Mesir lumpuh total. Pasar modal, bank, dan pabrik-pabrik di Mesir sama sekali tak beroperasi selama demonstrasi berlangsung.

Bank investasi Credit Agricole memperkirakan, kerugian akibat krisis politik di Mesir saat ini mencapai 310 juta dollar AS (sekitar Rp 2,8 triliun) per hari. Dalam laporan yang dirilis Jumat, bank tersebut juga merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Mesir tahun ini dari sebelumnya 5,3 persen menjadi hanya 3,7 persen.Kerugian lain disebabkan pemutusan jaringan internet oleh pemerintah, pekan lalu. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memperkirakan, kerugian akibat diputusnya jaringan internet itu mencapai 18 juta dollar AS per hari.

Pemutusan jaringan internet secara sepihak oleh pemerintah itu juga menimbulkan risiko jangka panjang yang tidak kecil. ”Akan menjadi sangat sulit untuk menarik dan meyakinkan para investor asing di  masa yang akan datang  dan juga untuk  meyakinkan mereka bahwa jaringan (internet di Mesir) bisa diandalkan sepanjang waktu,” Dari segi politik, Di sisi lain Mesir  juga harus bisa menjawab kekhawatiran pihak sekutu Baratnya —yang menjadi sekutu dan pemberi bantuan terbesar bagi Mesir selama ini—bahwa negara itutidak  akan menjadi negara yang dikuasai kaum radikal dan  tidak akan memicu instabilitas lebih luas di kawasan Timur Tengah.  Mampukah Mesir keluar dari sekutu baratnya, dan menjadi sebuah bangsa yang berdiri diatas kepentingan nasionalnya sendiri? Waktulah kelak yang akan menentukan.

Kekhawatiran seperti itu tecermin di Israel. Jajak pendapat yang dipublikasikan Kamis /10/2/2011/ menunjukkan, 59 persen rakyat Israel yakin Mesir pasca-Mubarak akan dikuasai rezim Islam, sementara hanya 21 persen yang berpendapat Mesir tetap dikuasai rezim sekuler. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sudah menyampaikan kekhawatirannya. Menurutnya bukan mustahil Iran akan membuat Mesir menjadi Gaza baru dan akan munculnya  kelompok Islam garis keras, seperti Ikhwanul Muslimin, dikhawatirkan akan membubarkan perdamaian Mesir-Israel.

”Sangat sulit memperkirakan nilai keamanan, ekonomi, dan emosional perjanjian damai  antara Israel dengan Mesir itu. Kembalinya situasi konfrontasi meski tak dinyatakan terang-terangan, akan berdampak besar bagi kehidupan kita,” tulis analis Ofer Shelah di harian Yediot Aharonot (CNN/10/2/2011).

Kekhawatiran terhadap Iran itu makin dipanaskan pernyataan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Jumat (11/2). Saat memberikan khotbah shalat Jumat di Teheran, Khamenei menyerukan agar rezim Islam segera dibentuk untuk menggantikan Mubarak. Khamenei mengatakan, jika revolusi di Mesir ini meluas ke seluruh Arab, seluruh kebijakan AS di Timur Tengah akan gagal dan perdamaian Mesir dan Israel akan bubar. ”Jangan mundur sampai terbentuk rezim populer berdasarkan agama,” seru Khamenei. (Kompas/AP/AFP/Reuters/DHF)

Jaringan Kekuasaan

Pemerintahan  Mesir  sesungguhnya  dikontrol oleh tiga elite lingkaran Mubarak, yaitu Wakil Presiden Omar Sulaiman, Perdana Menteri Ahmed Shafiq, dan Menteri Pertahanan Sayyid Hussein Tantawi, menghadapi situasi dilematis. Mereka secara moral  tidak ingin menumbangkan Mubarak  tetapi dari sisi lain mereka juga  tidak menghendaki menggunakan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa  seperti yang di Alun-alun Tahrir.

Sebetulnya para  elite penguasa dan kubu oposisi saat itu sudah hampir mendapatkan  jalan tengah untuk keluar dari krisis di Mesir itu. Dalam upaya mencari jalan tengah, Omar Sulaiman, telah melakukannya dengan baik, dan dapat  menggelar dialog secara luas dengan partai dan kekuatan politik oposisi. Mereka memikirkan cara mundur terbaik bagi Mubarak agar tak kehilangan muka. Tetapi sayangnya, Rakyat sudah tidak sabar dan mereka bergerak sesuai dinamikanya sendiri. Kemudian terjadilah apa yang kini jadi bagian sejarah itu sendiri. Mubarak lengser juga.

Pada saat itu konsep yang mereka usung adalah “apa pun cara yang ditempuh Mesir soal transisi pergantian kekuasaan, kekuatan Mubarak harus segera berakhir dan siapa pun yang menggantikan Mubarak, ia harus seorang tokoh yang bisa menjaga status quo Mesir di Timur Tengah dan menjaga stabilitas kawasan.

Terlebih lagi dari  Israel presiden Israel Shimon Peres menegaskan tidak ingin Mesir yang berubah dan menjadi sarang bagi ekstremis yang memusuhi Israel. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon juga menegaskan, status Mesir harus dipertahankan sebagai negara yang memiliki pengaruh geopolitis kuat di kawasan. Ini terkait dengan lokasi Terusan Suez sebagai lalu lintas perdagangan internasional dan pilar setia perdamaian Timur Tengah. Ini tak boleh terganggu. (REUTERS/CNN)

Mubarak memang sudah pergi, sama dengan kepergian para penguasa yang sudah terlalu lama menjabat kekuasaan. Umumnya mereka sudah tidak bisa memahami lagi tentang makna dan inti tugas topoknya, tugas yang harus mensejahterakan rakyatnya; tetapi malah sebaliknya mereka justeru membangun kelanggengan kekuasaannya. Seperti Mubarak, setelah memimpin negeri itu selama 30 tahun, dan meskipun hasilnya justeru jauh dari harapan rakyatnya tetapi malah Mubarak sendiri justeru sangat ingin melanggengkan kekuasaannya; bukan kepada partainya tetapi justeru ke anaknya sendiri. Padahal selama kepemimpinannya dia justeru lupa untuk bekerja mensejahterakan rakyatnya.

Harmen batubara adalah pemilik jaringan site www.wilayahperbatasan.com;www.wilayahpertahanan.com;www.harmenbatubara.com ; www.bisnetreseller.com dan berbagai network site lainnya.

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
  • RSS Harmen Batubara.com

    • Income Infuser Review, Make Money thru Membership Site May 19, 2012
      The guys behind Income Infuser are Dave Nayavich and Darren Salkeld, they invested more than $25,000 into this platform and more than a year putting this thing together to make it work and to offer to the public. The software is custom configured “ Membership Site Out Of The Box Concept” so members can easily upload and be selling with their own sales letter […]
      batubara
    • Membersnap Review, Build Your Niche Membership Websites May 12, 2012
      We all know WITH MEMBERSHIP SITES it will give you incredible results and are a great source of residual monthly cash flow, and with Member Snap all the dream really come thru. Now the choice is yours. Ask yourself what kind of membership website you want to produce. What niche really that market need? Are you just copy your competitor and deliver more? What […]
      batubara
    • Get Cash For Surveys Review May 5, 2012
      Come inside, and you will find there are 288 Surveys available for you! Just join their GetCashForSurvey site, and you will see some of surveys waiting for you! If you need an additional income or extra cash, this is the opportunity! Especially if you love creative work and you are artistic enough, you will have the chance to express your opinion on several […]
      batubara