Kawasan Perbatasan Asean, Integrasikan Ekonomi Kawasan

Oleh : harmen batubara

Perekonomian ASEAN harus lebih terintegrasi agar bisa menjadi perekat dan motor penggerak perekonomian di Asia, termasuk dengan China dan Jepang. Sayangnya, ASEAN sendiri belum dapat menjadi penggerak perekonomian di Asia karena tiap-tiap anggota memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Integrasi tersebut diperlukan untuk membuat arsitektur ekonomi kawasan menjadi lebih kuat dan tercapai pertumbuhan kuat di Asia.Fakta memperlihatkan perdagangan ASEAN justru terjalin lebih kuat dengan negara di luar ASEAN, seperti China, Jepang, dan Korea. Demikian pula dengan investasi.

Kemudian Ada beberapa fakta yang patut dan perlu diperhatikan dalam pengembangan integrasi ekonomi atau dalam usaha integrasi ekonomi di kawasan, hususnya kawasan Asean plus tiga (China-Jepang-Korea Selatan). Pertama kawasan perbatasan di negara-negara ASEAN, khususnya yang dilalui aliran Sungai Mekong yang melewati Kamboja, Laos,Vietnam dan  Thailand dengan hulunya ada di China. Aliran sungai raksasa ini telah menjadi sumber kehidupan bagi 60 juta warga sejumlah negara anggota ASEAN tersebut. Sementara ini ada dugaan  kuat, bahwa pengurangan debit air terjadi karena dam-dam di China digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air, hingga ke faktor pemanasan global. Karena itu Asean dan China saling membutuhkan secara fakta.

Dalam upayanya mencontoh Eropa. ASEAN juga ingin melakukannya dengan menghubungkan negara-negara ASEAN. Ini dilakukan dengan membangun jaringan transportasi yang terintegrasi. Konektivitas ASEAN adalah jembatan untuk mewujudkan komunitas ASEAN 2015. Rencana induk Konektivitas ASEAN telah diluncurkan sebagai Rencana Induk yang  berisi strategi membangun konektivitas fisik, institusional, dan orang per orang.

Untuk sementara, ada 15 proyek prioritas yang akan dieksekusi mulai tahun 2011 dan diharapkan selesai sebelum tahun 2015. Lima belas proyek tersebut terbagi dalam enam proyek fisik, lima proyek kelembagaan, dan empat proyek terkait konektivitas orang ke orang.

Pada konektivitas fisik, salah satu proyek yang fenomenal adalah pembangunan rel kereta api dari Singapura ke Kunming, China. Rel kereta api ini melewati beberapa negara ASEAN, yakni, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.

Proyek fisik yang melibatkan Indonesia adalah pembangunan jaringan interkoneksi dan transmisi listrik tegangan tinggi- Malaka Malaysia-Pekanbaru, Serawak (Malaysia)-Kalimantan Barat, dan studi pengembangan jaringan transportasi laut jarak dekat menggunakan kapal roll on roll off (Roro).

Rencana induk juga memuat sejumlah proyek yang tengah dipelajari kelayakannya dan usulan proyek yang baru. Termasuk dalam proyek-proyek ini, antara lain, adalah pengintegrasian 47 pelabuhan di ASEAN, rencana open sky untuk bandara di ASEAN, perluasan jalur KA Kunming, China-Singapura-Surabaya, Indonesia.

Berkaca pada Fakta

Sesuai fakta Singapura dan Malaysia telah menjadi motor integrasi secara nyata, jaringan transmisi listrik yang meliputi Negara Indonesia-Malaysia dan Singapura itu pusat kekuatan listriknya ada di Sarawak-Sabah (Borneo), padahal wilayah itu sebenarnya hanya seperempatnya wilayah pulau Kalimantan, tetapi Malaysia bisa menjadikannya sebagai pemasok listrik di kawasan; dan saat ini pemda Kalbar dan Kaltim sudah menjadi pelanggan setianya.

Begitu juga dengan Singapura, kalau jalur kereta api itu bisa menghubungkan China-Singapura-Surabaya, maka tidak pelak lagi Singapura adalah kota Primadonanya. Kita tidak perlu iri, tetapi patut memberikan acungan jempol kepada kedua Negara itu. Seperti Kalimantan misalnya, Indonesia justeru “hanya” dijadikan hutan lindung yang luasnya hampir menyamai luas pulau Jawa. Hutan lindung itu pulalah yang akan mengamankan Dam-dam nya Malaysia dari kehabisan debit airdi Sarawak dan Sabah. Indonesia harus bisa melakukan kalkulasi ulang dan memastikan hutan lindungnya mendapatkan konpensasi yang wajar. Untuk pembangunan kawasan, kenyataan semacam itu adalah sesuatu yang wajar. Tetapi ya tetap harus dapat mengambil manfaat dari hutan lindungnya.

Kalau kawasan ini akan dikembangkan maka China adalah sebuah Negara yang bisa jadi factor kunci dan kalau hal itu di lihat dari kacamatan China maka Negara itu pasti lebih senang dengan pormasi Asean plus tiga. Sebaliknya bagi Jepang, tentu akan lebih senang kalau memakai formula Asean plus enam ( Selandia Baru, Australia dan India). Asean sendiri, harus bisa memanfaatkannya secara optimal.

Integrasi ekonomi kawasan yang kuat di kawasan pasti akan menguntungkan dalam banyak hal. ”Negara tidak dapat lagi berkembang jika tertutup. Kerja sama dengan negara lain jelas akan memperluas pasar, mencegah krisis, dan bermanfaat pula untuk kerja sama politik dan keamanan. Sayangnya, integrasi Asia itu masih jauh tertinggal. Padahal, mekanisme kerja sama sudah beragam, sudah ada ASEAN, APEC dll.

Indonesia Harus Mampu

Selama ini Indonesia itu, agendanya itu nyaris tidak pernah muncul. Indonesia sepertinya belum tahu betul maunya seperti apa. Kalau pada era orde baru dahulu, Indonesia paling dikenal sebagai Mr.No. Artinya? Ide tidak punya, tetapi kalau ada ide negare tetangga pasti di tentang atau minimal di curigai. Terlebih sejak berakhirnya Perang Dingin, tidak ada kekuatan yang mampu mengendalikan keseluruhan kawasan Asia, termasuk negara-negara besar seperti China dan AS yang masing-masing memiliki kekuatan militernya sendiri.

Tetapi yang menarik justeru Indonesia, terkait persoalan perbatasan di kawasan, malah yang menjadi agendanya adalah melakukan protes;  Langkah diplomatik Indonesia sebelum pertemuan Forum Regional ASEAN (ARF,juli 2010) justeru ingin menjadikan Laut China Selatan sebagai salah satu topik hangat di Hanoi, Vietnam waktu itu. Laut China Selatan selama ini dianggap sebagai titik konflik sejumlah negara di kawasan karena klaim tumpang tindih atas kepulauan Spratly yang melibatkan China-Vietnam-Brunai-Malaysia dan Filipina yang belum mencapai penyelesaiannya.

Pada tanggal 8 Juli 2010 lalu, Perutusan Tetap RI di PBB mengirim Nota Diplomatik yang pertama kali secara terbuka menantang klaim China atas seluruh wilayah Laut China Selatan. Protes ini disampaikan karena China mengklaim Laut China Selatan sebagai wilayahnya. Nota Diplomatik RI disampaikan kepada Sekjen PBB melalui Komisi PBB untuk Batas Landas Kontinen (CLCS). Nota itu menurut pihak Indonesia secara jelas menandakan klaim China di Laut China Selatan tidak memiliki dasar hukum internasional dan melanggar kepentingan sah masyarakat global.

Padahal Indonesia sendiri sebenarnya tidak ikut memiliki klaim kedaulatan tumpang tindih di Laut China Selatan tersebut; dan justeru itu Indonesia terlihat sangat aneh (nyeleneh), khususnya ketika Indonesia menyampaikan Nota Diplomatik tersebut di tengah membesarnya otot diplomatik Beijing. Nota ini menyampaikan kekhawatiran Indonesia terkait kawasan? Tetapi sebenarnya secara logika “warung kopi” saja; jelas langkah diplomatic Indonesia itu sangat “kontra produktif”. Tidak bisa di nalar logika biasa. Padahal bagi China secara jelas menempatkan Laut China Selatan ini sebagai ”kepentingan nasional” nya, dan itu kurang lebih sama bila China melihatnya sebagai Taiwan dan Tibet, dan itu sesuai dengan UU konstitusinya. Tetapi Indonesia secara telak memprotesnya. Adakah ada kepentingan nasional Indonesia yang terancam? Semoga karena “penulis” saja yang tidak tahu masalah politik di kawasan. Semoga.

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
  • RSS Harmen Batubara.com

    • Income Infuser Review, Make Money thru Membership Site May 19, 2012
      The guys behind Income Infuser are Dave Nayavich and Darren Salkeld, they invested more than $25,000 into this platform and more than a year putting this thing together to make it work and to offer to the public. The software is custom configured “ Membership Site Out Of The Box Concept” so members can easily upload and be selling with their own sales letter […]
      batubara
    • Membersnap Review, Build Your Niche Membership Websites May 12, 2012
      We all know WITH MEMBERSHIP SITES it will give you incredible results and are a great source of residual monthly cash flow, and with Member Snap all the dream really come thru. Now the choice is yours. Ask yourself what kind of membership website you want to produce. What niche really that market need? Are you just copy your competitor and deliver more? What […]
      batubara
    • Get Cash For Surveys Review May 5, 2012
      Come inside, and you will find there are 288 Surveys available for you! Just join their GetCashForSurvey site, and you will see some of surveys waiting for you! If you need an additional income or extra cash, this is the opportunity! Especially if you love creative work and you are artistic enough, you will have the chance to express your opinion on several […]
      batubara