Jembatan Selat Sunda, Simbol Kebersamaan Asean Secara Nyata

Baru saja kita melihat perdana Menteri (PM) Vietnam Nguyen Tan Dung membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Gedung Nation Convention Center, Hanoi, Vietnam, Kamis (8/4). Upacara pembukaan itu juga dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ny Ani Yudhoyono. Pemimpin negara anggota ASEAN lainnya yang datang dalam KTT itu adalah Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Hun Sen, PM Laos Bouasone Bouphavanh, PM Malaysia Najib Tun Razak, PM Myanmar Thein Sein, Presiden Filipina Gloria Macapagal-Arroyo, PM Singapura Lee Hsien Loong, Menteri Luar Negeri Thailand Kasit Piromya, dan Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan.

Lebih jauh, Nguyen Tan Dung menegaskan, ASEAN juga harus membuat usaha-usaha lebih besar lagi dalam tingkat nasional dan regional untuk menghadapi tantangan itu. PM Nguyen Tan Dung menekankan, negara-negara ASEAN harus ikut ambil bagian untuk mengembangkan perdamaian, keamanan, dan kerja sama pembangunan yang saling menguntungkan. Ia menekankan pula mengenai dialog dan kerja sama untuk perdamaian dan stabilitas ASEAN dan Asia Pasifik.

Agenda KTT ASEAN kali ini, antara lain, merupakan implementasi Piagam ASEAN, peta jalan menuju masyarakat ASEAN 2009-2015, keterhubungan ASEAN (ASEAN connectivity), perubahan iklim, serta isu regional dan internasional lainnya. KTT XVI ASEAN di Hanoi itu bertemakan ”Toward the ASEAN Community: from Vision to Action” (Menuju Masyarakat ASEAN: dari Visi Menuju Aksi). Anggota ASEAN terdiri atas 10 negara. (Kompas,MI,Antara,9/3).

Masih dalam rangka semangat Asean pada 15/4 Presiden Yudhoyono membuka Asia Pacific Ministerial Conference on Public Private Partnership for Infrastructure Development 2010, yang dirangkaikan dengan pameran dan konferensi Infrastructure Asia 2010 di Arena Pekan Raya Kemayoran, Jakarta. Konferensi tingkat menteri se-Asia Pasifik ini merupakan tindak lanjut Deklarasi Seoul yang dihasilkan pada konferensi para menteri tahun 2007 di Seoul, Korea Selatan. Dalam semangat perngorgnisasian, kita melihat semangat yang tinggi dikalangan ppimpinan Asean, tetapi bagaimana di tingkat akar rumput? Adakah aktualisasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, antara rakyat dengan rakyat?

Jembatan Selat Sunda,

Pada 2050 diprediksi arus lalu lintas di jalur itu 57.600 kendaraan per hari. Jika mengandalkan penyeberangan feri seperti saat ini, maksimal hanya melayani. 18.000 kendaraan per hari. Sementara jika dilakukan kombinasi feri dan terowongan, masih 32.900-49.500 kendaraan per hari pada 2050 yang tidak dapat tertampung di penyeberangan Selat Sunda. Berdasarkan pertimbangan itu, opsi membangun jembatan menjadi pilihan karena bisa menampung semua kendaraan hingga 100 tahun terhitung sejak 2030, saat jembatan selesai dibangun. Jembatan akan dibangun dengan enam jalur untuk dua arah, dilengkapi rel ganda kereta api. (kompas,8/4). Indonesia yang punya infrastruktur yang kuat dan baik adalah penopang kemakmuran bagi bangsa-bangsa di kawasan ini, kawasan Asean-plus.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menawarkan skema kerja sama pemerintah dan swasta untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera. Jembatan sepanjang 31 kilometer ini butuh dana lebih dari Rp 100 triliun. Melalui konferensi ini pula direncanakan untuk disusun Deklarasi Jakarta yang akan menyempurnakan Deklarasi Seoul. Deklarasi ini merupakan skim atau bentuk kerja sama pemerintah dengan swasta di negara-negara Asia Pasifik. ”Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami akan mewujudkan rencana pengembangan jaringan koneksi infrastruktur antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera,” ungkap Presiden.

Presiden menjelaskan, pembangunan jembatan ini terintegrasi dengan pengembangan wilayah di sekitarnya. Selain menghubungkan dua pulau besar dengan total penduduk terbesar di Indonesia, Jembatan Selat Sunda juga dapat meningkatkan konektivitas sesama negara di Asia. Jembatan ini dijadwalkan selesai tahun 2025. ”Pembangunan jembatan itu akan berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi bersama di Asia,” . Untuk mendorong partisipasi pihak swasta dalam proyek jembatan ini, Pemerintah Indonesia telah menawarkan proyek pembangunan jembatan itu pada buku Public Private Partnership: Infrastructure Projects in Indonesia 2010-2014. Daftar penawaran proyek infrastruktur yang sudah siap ditenderkan juga disosialisasikan pada konferensi ini.

Presiden menjelaskan, pembangunan infrastruktur Indonesia diarahkan untuk memperkuat konektivitas domestik, termasuk di wilayah kepulauan. Pelaksanaan program dan kegiatan prioritas pembangunan infrastruktur itu diutamakan untuk menyelesaikan konstruksi, rehabilitasi, serta pemeliharaan jalan dan jembatan. Jaringan jalan dan jembatan yang diprioritaskan ini berada di lintas Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua dengan panjang total 19.370 km pada 2014.

Indonesia sebagai anggota Asean, sebenarnya mempunyai sarana dan prasarana yang dapat di wujudkan menjadi bagian dari program Asean connectivity, baik secara fisik maupun non-fisik. Program-program bersama seperti ini, sebenarnya sudah pernah dan berhasil diwujudkan, yakni adanya proyek-proyek bersama Negara Asean dalam mengembangkan perokonomian demi kesejahteraan bagi sesama Negara anggota Asean; salah satunya misalnya kita mengenal, fabric pupuk Asean di Aceh dll. Indonesia sendiri, sudah berhasil membuat jembatan Suramadu, dan apa salahnya kalau jembatan Selat Sunda dapat di sharing jadi bagian dari program Asean Connectivity?

Bukan itu saja sebenarnya, Asean juga punya kerjasama yang baik dengan China, sementara China dari sananya memang telah menganggarkan atau menyiapkan 15 miliar dollar AS dananya, untuk diinvestasikan ke negara-negara ASEAN. Indonesia bisa memanfaatkan dana tersebut untuk menyelesaikan jembatan penghubung Jawa-Sumatera itu, terlebih lagi kalau itu dijadikan simbol kerjasama Asean-China. Dalam olah pikir kita, dan sesuai dengan konsep Asean yang menuju regional dengan kawasan borderless. Sungguh inilah saatnya.

Pemerintah telah memegang lima kajian pembangunan Jembatan Selat Sunda, dibangun berupa jembatan, terowongan dasar laut, atau terapung di bawah permukaan laut seperti terowongan yang menghubungkan Inggris-Perancis saat ini. Jika opsi terowongan yang dipakai, nilai investasinya Rp 49 triliun, jangka waktu pemakaian 20 tahun. Adapun jika berupa jembatan, butuh investasi Rp 117 triliun, tetapi daya tahannya sanggup menampung lonjakan kendaraan hingga 100 tahun. Bila hal-hal semacam ini tidak bisa menghasilkan karya yang akan menyatukan masyarakat Asean, rasanya ada sesuatu yang kurang dalam sosialisasinya. (Sumber; kompas, MI, Antara 16/4)

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
  • RSS Harmen Batubara.com

    • Income Infuser Review, Make Money thru Membership Site May 19, 2012
      The guys behind Income Infuser are Dave Nayavich and Darren Salkeld, they invested more than $25,000 into this platform and more than a year putting this thing together to make it work and to offer to the public. The software is custom configured “ Membership Site Out Of The Box Concept” so members can easily upload and be selling with their own sales letter […]
      batubara
    • Membersnap Review, Build Your Niche Membership Websites May 12, 2012
      We all know WITH MEMBERSHIP SITES it will give you incredible results and are a great source of residual monthly cash flow, and with Member Snap all the dream really come thru. Now the choice is yours. Ask yourself what kind of membership website you want to produce. What niche really that market need? Are you just copy your competitor and deliver more? What […]
      batubara
    • Get Cash For Surveys Review May 5, 2012
      Come inside, and you will find there are 288 Surveys available for you! Just join their GetCashForSurvey site, and you will see some of surveys waiting for you! If you need an additional income or extra cash, this is the opportunity! Especially if you love creative work and you are artistic enough, you will have the chance to express your opinion on several […]
      batubara