“Hotspot” Gratis untuk Pulau Sebatik
Pada bulan November2009, saya kebetulan ikut menemani rombongan Komisi I DPR-RI ke wilayah perbatasan RI-Malaysia, di pulau Sebatik. Yang membuat kita heran adalah sapaan welcome to Malaysian Territory dari Telkomnya Malaysia, padahal kita masih di wilayah NKRI. Rasanya sungguh nelongso, Negara sebesar Indonesia, dan punya perusahaan Telkom yang cukup besar di kawasan; untuk membuat sapaan seperti itu kok nggak bisa? Hal yang sama juga saya rasakan di sekitar Pulau Nipa di utara pulau Batam; meskipun kita masih di wilayah NKRI tetapi sapaan selamat datang dari Telkomnya Singapura sudah menyapa kita, dan sekaligus menawarkan berbagai sarana layanan komunikasi selama kita berada di Negara itu. Tetapi sebaliknya, begitu kita mau masuk kembali ke wilayah Indonesia; ga ada apa-apanya; apalagi sapaan bisnis ramah dari Telkom atau Indosat; dalam hati alangkah primitifnya cara pengusaha telekomunikasi Indonesia dalam memasarkan bisnis mereka? Begitu selalu dalam hati saya.
Tetapi untunglah sesuai catatan Kompas (3/8) ; PT Telkom Indonesia mengembangkan pelayanan jaringan internet di kawasan perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Layanan itu diberikan agar masyarakat Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia lebih melek internet sehingga diharapkan dapat memanfaatkannya untuk perdagangan dan pendidikan.
”Untuk Sebatik, pada tahap awal kami pasang empat titik hotspot yang bisa dipakai masyarakat secara bebas. Ini tahap awal karena kebutuhan masyarakat meningkat,” ungkap Taufiq Qurokhman, Kepala Telkom Kalimantan Timur, di sela-sela peluncuran Sebatik Broadband Village di Sebatik, Senin (2/8).

Titik hotspot dipasang di pusat kota Sebatik, Sungai Nyamuk, SMPN I Sebatik, serta pos jaga TNI AL Sei Pancang. Telkom masih akan mengembangkan titik-titik hotspot di kawasan paling ujung perbatasan di Sebatik.”Di daerah perbatasan, infrastruktur telekomunikasi memang agak kurang. Kami berkomitmen mengembangkan infrastruktur telekomunikasi di daerah perbatasan. Hotspot akan dipasang sampai di ujung perbatasan di Aji Kuning, Sebatik, dan daerah-daerah lain yang dibutuhkan,” kata Taufik.
Wakil Bupati Nunukan Kasmir Foret berharap fasilitas itu semakin membuka akses informasi masyarakat di wilayah perbatasan. Menurut dia, di sebagian Nunukan masih ada wilayah yang belum terlayani sarana telekomunikasi telepon dan internet, seperti di sebagian Kecamatan Krayan dan Lumbis. ”Kami berharap ini dapat memacu perkembangan perdagangan di perbatasan,” katanya.
Deputy General Manager Telkom Kalimantan Suherman menambahkan, Telkom telah memberikan layanan telekomunikasi data dan internet melalui Speedy dan Flexi di perbatasan. Untuk pengembangan layanan internet di Sebatik, pihaknya mengembangkan Sebatik BroadbandVillage. ”Sebatik Broadband Village merupakan sebuah konsep rancangan pengembangan area berbasis TIME (telecomunication information media edutainment),” ujarnya.
Dari program ini dikembangkan pusat pelatihan internet (broadband learning center) di SMPN I Sebatik, pemasangan hotspot di perbatasan, serta situs web Sebatik yang berisi informasi tentang Pulau Sebatik Indonesia. Masyarakat Sebatik diharapkan dapat mengembangkan situs web ini sebagai ajang promosi Sebatik. ”Ini agar dunia tahu Sebatik Indonesia, selama ini Sebatik identik Malaysia,” katanya.
Pihaknya berharap masyarakat Sebatik dapat memanfaatkan layanan internet itu untuk aktivitas perdagangan serta pendidikan secara online.
Pelanggan internet Speedy di Kalimantan Timur bagian utara, seperti Nunukan, Tarakan, dan Sebatik, saat ini 12.000 orang, meningkat dibandingkan dengan tahun 2009 sebanyak 8.000 pelanggan. (RWN)




One Response to ““Hotspot” Gratis untuk Pulau Sebatik”
kawasan on August 8, 2010
dengan adanya hotspot gratis di pulau di wilayah perbatasan, maka pastilah akan sangat membantu warga masyarakat di sana untuk mencari informasi yang lebih baik; tentunya juga bagi para prajurit yang sedang melaksanakan tugas pengawal kedaulatan di sana; seloga perusahaan-perusahaan telekomunikasi berkenan memberikan dana CSR mereka dalam hal atau bentuk-bentuk seperti ini di wilayah perbatasan lainnya..selamat menurut anda bagaimana?