Hasan Tiro ; Selamat Jalan Pejuang Harga Diri Bangsa.
Deklarator Gerakan Aceh Merdeka, Teungku Hasan Muhammad Di Tiro (84), meninggal dunia, Kamis (3/6) pukul 12.15 di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh, karena komplikasi penyakit. Sehari sebelum meninggal, Hasan Tiro resmi menjadi warga negara Indonesia.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), M Nasir Djamil, saat dihubungi di Jakarta, mengatakan, berubahnya kewarganegaraan Hasan Tiro merupakan penyempurnaan reintegrasi NAD ke Indonesia. Apalagi, Hasan Tiro merupakan simbol perjuangan rakyat Aceh untuk meminta keadilan ekonomi.
Malik Mahmud, mantan Perdana Menteri GAM, mengatakan, Hasan Tiro dalam beberapa kesempatan meminta masyarakat Aceh untuk mengisi perdamaian dengan pembangunan.
Begitu kabar meninggalnya Hasan Tiro beredar, ribuan pelayat memadati kamar intensive coronary care unit di Lantai II RSUD Zainoel Abidin.
Sebelum dimakamkan di Meureu, Indrapuri, Aceh Besar, jenazah dimandikan di rumah dinas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Hasbi Abdullah dan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman. Hasan Tiro memiliki putra tunggal Karim Tiro yang kini berada di Amerika Serikat.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di sela rapat internal Konferensi Internasional Cendekiawan Islam di Jakarta yakin, kondisi perdamaian dan keamanan Aceh tetap kondusif pasca-wafatnya pemimpin GAM, Hasan Tiro.
Kalla menilai, Tiro sebagai figur baik dan berpendirian keras serta memiliki andil besar dalam mewujudkan perdamaian dan ketenangan di Aceh.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Hasan Tiro. Presiden menyatakan, sebelum Hasan Tiro meninggal, pemerintah mengabulkan permohonannya untuk menjadi WNI.
Menurut Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar, surat bukti kewarganegaraan Hasan Tiro disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto di Banda Aceh, Rabu (2/6).
Djoko Suyanto membenarkan, dirinya telah menyampaikan surat bukti WNI kepada keponakan Hasan Tiro di rumah sakit. ”Waktu itu ada juga adik Pak Hasan Tiro dan beberapa tokoh Aceh, seperti Malik Mahmud dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf,” kata Djoko. ( Kompas, 4/6/2010/MHD/MZW/HAR/DAY)
Selamat Jalan bapak, perjuanganmu telah menjadi inspirasi bagi generasi yang ada. Harga diri bangsa juga adalah harga diri daerah; jadi tidak salah kalau Ventje Sumual juga mengatakan lebih senang di jajah orang asing daripada bangsa sendiri; artinya ketidak adilan adalah musuh bersama, dan sangat menyakitkan lagi kalau ketidak adilan itu dilakukan oleh pimpinan Negara kita sendiri.
Selamat Jalan Bapak, semoga amal ibadah bapak diterima oleh yang maha Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkan sabar menerima kepergian Bapak dan bagi rakyat Aceh dapat menjaga martabat dan budi serta semangat perjuangan bapak demi NKRI yang lebih jaya, yang lebih bernuansa Aceh di dalamnya.





