Bali Democracy Forum dan Kekayaan Laut Timor RI-Australia-RDTL,Kawasan Perbatasan

oleh harmen batubara 

Presiden SBY resmi membuka acara Bali Democracy Forum (BDF) yang diselenggarakan selama 2 hari, 8-9 November 2012 lalu. Presiden SBY berharap BDF mampu menyelesaikan persoalan-persoalan demokrasi di tingkat global. Forum ini diyakini bisa menjadi forum pemerintah global untuk menyelesaikan persoalan yang ada dan menjadi sangat penting di masa depan. SBY berterimakasih kepada sejumlah kepada negara yang telah hadir dan berpartisipasi dalam BDF ke V yang bertema ‘ADVANCING DEMOCRATIC PRINCIPLES AT THE GLOBAL SETTING’ ini.

Hadir dalam acara ini PM Australia Julia Gillard, PM Thailand Yingluck Shinawatra, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, presiden Afganistan Hamid Karzai, PM Timor Leste Xanana Gusmao, PM Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak. Partisipasi yang luar biasa ini menunjukkan bahwa BDF semakin memperkuat upaya negara-negara dalam menyelenggarakan pemerintahan yang demokratis.

SBY bangga forum antar pemerintah yang pertama tentang demokrasi di Asia ini kini telah tumbuh menjadi forum utama di kawasan. Anggota BDF terus bertambah dari 39 negara pada tahun 2008 menjadi 83 pada saat ini.
Bali Democracy Forum (BDF) pertama kali diselenggarakan pada 2008 atas PRAKARSA PEMERINTAH INDONESIA sebagai upaya membangun demokrasi di KAWASAN ASIA PASIFIK. BDF sendiri bertujuan mendorong kerjasama regional dan internasional dalam menegakkan perdamaian dan demokrasi melalui penyelenggaraan dialog dan berbagi pengalaman antar negara-negara peserta.

Kekayaan Maritim dan Batas Di Laut Timor

“Ini sebuah kemajuan yang luar biasa, karena persoalan tersebut diutarakan Gillard ketika berlangsungnya pertemuan trilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, PM Timor Leste Xanana Gusmao dan PM Australia di Nusa Dua, Bali, Jumat (9/11/2012), pekan lalu,” kata Ketua YPTB Ferdi Tanoni di Kupang. Dalam pertemuan trilateral tersebut, PM Australia Julia Gillard memberi apresiasi khusus terhadap suara dari YPTB tersebut.

Gillard mengatakan, pertemuannya dengan Presiden SBY dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, difokuskan pada bagaimana mereka bekerja sama dalam infrastruktur yang kemudian dilukiskan sebagai sebuah “KONEKTIVITAS”. Tanoni yang juga pemerhati masalah Laut Timor itu sebelumnya mengatakan kekayaan yang dimiliki rakyat Timor Barat, Nusa Tenggara Timur di Laut Timor seperti minyak dan gas bumi, telah DIRAMPAS SEMUANYA oleh Australia.

Atas dasar itu, Bali Demokrasi Forum (BDF) yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Australia Julia Gillard harus membahas secara demokratis hak-hak dan KEPENTINGAN RAKYAT TIMOR BAGIAN BARAT NTT atas kekayaan yang terkandung di Laut Timor Dia mengatakan, kekayaan alam yang terkandung di Laut Timor seperti minyak dan gas bumi yang telah dirampas oleh Australia, harus dikembalikan kepada RAKYAT TIMOR BARAT. “Kami harapkan agar kepala pemerintahan kedua negara (Indonesia-Australia) dapat menjunjung tinggi hak-hak demokrasi rakyat Timor Barat yang patut disuarakan dalam BDF,”
Ia berpendapat seluruh kekayaan migas di Laut Timor sebesar-besarnya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat Timor Barat, Timor Leste dan Australia bagian utara dan barat secara adil.

Dalam konferensi pers seusai pertemuan tersebut, Julia Gillard mengharapkan pertemuan trilateral antara Indonesia, Australia dan Timor Leste berlangsung secara konstruktif demi meningkatnya kerja sama antara ketiga negara tersebut. Tanoni menanggapi pertemuan tersebut dengan mengatakan dukungan dan persetujuannya, akan tetapi akan lebih elegan dan demokratis bila pertemuan ketiga kepala negara tersebut lebih diutamakan pada perundingan kembali seluruh batas perairan ketiga negara di Laut Timor dengan menggunakan prinsip internasional “median line” atau haris tengah untuk menetapkan sebuah batas perairan yang baru dan permanen. [sumber : antara, Ant/L-8]

Hanya saja, dalam hal penegasan batas di laut kedua negara (RI-RDTL) sudah sepakat baru akan membahasnya kalau masalah perbatasan darat sudah selesai di bicarakan. Padahal dalam perbatasan darat, masih terdapat tiga masalah yang sangat krusial dan sulit dicarikan penyelesaiannya. Kalau menunggu selesainya permasalahan batas di darat, dihawatirkan kekayaan minyak dan gas yang ada di kawasan itu sudah keburu habis di sedot Australia. Karena itu harus ada jalan keluar yang lebih baik dan saling menguntungkan.

Kerjasama Pertahanan Indonesia – Australia

Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith, Menteri Infrastruktur dan Transportasi Anthony Albanese dan Menteri Dalam Negeri  berada di Indonesia awal September 2012. Mereka melakukan pembicaraan bilateral dengan mitranya di Indonesia terkait berbagai bidang yang akan mencakup berbagai masalah termasuk kerja sama pertahanan dan kerja sama yang sedang berlangsung di bawah Paket Bantuan Keselamatan Transportasi Indonesia (ITSAP).

Selama di Jakarta, Menteri Smith akan melakukan Pertemuan Menteri Pertahanan Indonesia-Australia yang pertama dengan Menteri Pertahanan Indonesia Dr Purnomo Yusgiantoro. Pertemuan tersebut merupakan langkah penting dalam meningkatkan hubungan bilateral kemitraan strategis dan dilanjutkan dengan Dialog Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Australia-Indonesia (“2 +2″) yang diselenggarakan di Canberra pada Maret 2012.

Menteri Pertahanan Australia dan Indonesia bersama-sama akan menandatangani Pengaturan Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Australia Indonesia-Australia (Defence Cooperation Arrangement), meresmikan dan memperkuat hubungan pertahanan bilateral. Menteri Smith dan Clare akan menghadiri simposium industri pertahanan untuk membahas kesempatan kerja sama yang lebih luas antara industri pertahanan Australia dan Indonesia. Australia dan Indonesia mempunyai sejarah panjang kerjasama bilateral di bawah Nota Kesepahaman (MOU) resmi tentang kerja sama transportasi.

Ada enam kesepakatan  yang meliputi pertukaran petugas SAR dan Basarnas dari kedua negara, meningkatkan kinerja SHIP TRACKING INFORMATION,  meningkatkan SATELIT KOMUNIKASI MARITIM untuk Indonesia agar bisa berkomunikasi dengan kapal-kapal perdagangan yang bisa membantu proses SAR, pelatihan-pelatihan SAR tambahan, mengadakan FORUM KERJASAMA DI BIDANG SAR sebagai pertukaran informasi dan pelatihan, lalu menjajaki kemungkinan PERCEPATAN PERIJINAN BAGI PESAWAT-PESAWAT AUSTRALIA yang membawa misi kemanusiaan untuk mendarat di Indonesia dan mengisi bahan bakar.

Berdasarkan MOU tersebut, Australia telah menyediakan dana yang signifikan untuk Paket Bantuan Keselamatan Transportasi Indonesia (ITSAP). Ini akan menjadi dialog ketiga antara para Menteri Perhubungan dan akan memberikan kesempatan untuk melanjutkan bekerja di bawah ITSAP. Australia mendukung kepemimpinan Indonesia di kawasan dan advokasinya untuk kawasan Asia Tenggara yang aman dan stabil.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta pada bulan September (5/9) menjelaskan pertemuan tahunan antara Indonesia dan Australia dengan agenda pembahasan kebijakan pertahanan, keamanan maritim dan bantuan kemanusiaan, diakhiri dengan penandatanganan kerjasama industri pertahanan.   Yaitu defense to defense, kemudian search and rescue, lalu defense industry dan diakhiri  dengan penandatanganan defence cooperation antara Indonesia – Australia.

Indonesia dan Australia juga tengah membuat aturan di lapangan jika terjadi situasi darurat yang menyebabkan masuknya kapal patroli atau pesawat Australia ke wilayah Indonesia untuk melakukan pertolongan.
“Yang dibicarakan adalah aturan di lapangan  kalo terjadi sinyal darurat SOS lalu bagaimana nanti pengaturannya. Kalau terjadi itu misalnya ada kapal patroli nya Australia masuk ke wilayah Indonesia, atau pesawatnya masuk ke Indonesia khusus untuk situasi darurat. Lalu kalau dia landing misalkan di jogja atau bandung, bagaimana aturannya kan mesti jelas

Menteri Pertahanan Australia Stephen Francis Smith mengatakan ini adalah kunjungan paling sukses dan paling produktif. “Ini merupakan momen bersejarah dalam kerjasama bilateral kedua negara. Di bidang pertahanan dan keamanan kita melihat ke area penting untuk ke depannya. Bentuk kerjasama yang bisa dilakukan adalah Kontra terorisme, bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana alam, menjaga perdamaian, keamanan maritim dan sharring informasi intelijen,” demikian kata Menhan Australia itu.

6 Responses to “Bali Democracy Forum dan Kekayaan Laut Timor RI-Australia-RDTL,Kawasan Perbatasan”

  • kawasan on November 13, 2012

    Hanya saja, dalam hal penegasan batas di laut kedua negara (RI-RDTL) sudah sepakat baru akan membahasnya kalau masalah perbatasan darat sudah selesai di bicarakan. Padahal dalam perbatasan darat, masih terdapat tiga masalah yang sangat krusial dan sulit dicarikan penyelesaiannya. Kalau menunggu selesainya permasalahan batas di darat, dihawatirkan kekayaan minyak dan gas yang ada di kawasan itu sudah keburu habis di sedot Australia. Karena itu harus ada jalan keluar yang lebih baik dan saling menguntungkan.
    kawasan recently posted..Bali Democracy Forum dan Kekayaan Laut Timor RI-Australia-RDTL,Kawasan PerbatasanMy Profile

  • PEDULI TIMOR BARAT on November 13, 2012

    Sebagaimana lazimnya di seluruh dunia dalam menyelesaikan batas wilayah negara yang berhadapan adalah terlebih dahulu menyelesaikan batas laut/perairan baru kemudian batas daratnya diselesaikan.Sehubungan dengan itu sebagaimana yang selalu kami suarakan adalah HENTIKAN SELURUH PERUNDINGAN BATAS DARAT RI TIMOR TIMUR.BATALKAN SELURUH PERJANJIAN RI AUSTRALIA DI LAUT TIMOR.RUNDINGKAN KEMBALI BATAS PERAIRAN DI LAUT TIMOR SECARA TRILATERAL BERSAMA TIMOR TIMUR DENGAN MENGGUNAKAN PRINSIP INTERNASIONAL “GRIS TENGAH” 9MEDIAN LINE) UNTUK MENETAPKAN SEBUAH BATAS PERAIRAN RI-AUSTRALIA DAN TIMOR TIMUR YANG BARU DAN PERMANEN….INILAH YANG HARUS DIDIPLOMASIKAN OLEH MARTY NATALEGAWA SELAKU MENLU RI, BUKAN HANYA MENERIMA SAJA APA YANG DIDIKTEKAN OELH TIMOR TIMUR DAN AUSTRALIA……Salam Laut Timor..

  • Amedar Consulting Group on November 14, 2012

    Thanks , I have recently been looking for info about this topic for ages and yours is the best I’ve discovered so far. But, what about the bottom line? Are you sure about the source?

  • ipod to computer transfer on November 14, 2012

    Good information thank you closely monitor your success. my site http://www.howtogetapps.com/

  • baidu883 on November 15, 2012

    very good news,your are good boy!

  • baidu883 on November 15, 2012

    good iedae,l like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge