Ancaman Kawasan Sindrom Australia Musuh Dari Utara
Dalam pembukaan ”Boao Forum for Asia Annual Conference 2010” di Boao, Haikou, Provinsi Hainan, China, Sabtu (10/4); Dingatkan Negara-negara Asia harus bekerja sama mengembangkan pasar terbuka dengan tetap memegang prinsip keadilan. Melalui pengembangan pasar bebas, negara-negara di Asia harus pula mempromosikan keseimbangan pembangunan, dan saling membantu. Bantuan dari negara maju ke negara berkembang tersebut harus terus meningkat. Negara-negara Asia mesti menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan lingkungan yang lebih hijau. Forum Boao (kesembilan) merupakan forum pertemuan atau dialog antarsesama pengambil putusan di bidang pemerintahan dan bisnis se-Asia. Forum ini dihadiri sekitar 40 menteri dari berbagai negara, 900 pebisnis dan eksekutif dari 50 perusahaan multinasional, serta sekitar 600 jurnalis.
ASEAN Semakin Diminati
Sejak berdiri tahun 1967, Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) semakin banyak memperoleh dukungan serta perhatian dari banyak negara dan organisasi dunia.Hal itu tampak dari semakin tingginya minat dari banyak kalangan terlibat dalam berbagai forum yang digelar ASEAN.Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan, Selasa (22/11), dalam pengarahan singkatnya terkait hasil-hasil KTT Ke-19 ASEAN dan KTT Ke-6 Asia Timur di Nusa Dua, Bali (Kompas,23,11,2011).
Beberapa pencapaian itu seperti terkait pendirian pusat koordinasi bantuan kemanusiaan untuk manajemen bencana alam ASEAN (AHA Center), yang terpusat di Jakarta dan sejumlah kesepakatan yang dihasilkan, terutama antara ASEAN dan negara-negara mitra wicaranya.Sementara itu, terkait keputusan menetapkan Myanmar sebagai ketua ASEAN 2014, Surin menilai seluruh dunia berharap besar hal itu bakal menghasilkan perubahan dan kondisi lebih baik di negeri itu, yang menjamin pencapaian yang didapat sekarang tidak lagi dapat ditarik kembali (irreversible).
”Saya kira dunia sangat antusias mendengarkan ASEAN. Kami juga bersyukur mendengar Presiden Amerika Serikat Barack Obama secepatnya akan mengirim Menteri Luar Negeri Hillary Clinton ke Myanmar. Saya mendengar kemungkinan tanggal 1 Desember,” ujar Surin.
Masalahnya Asia adalah kawasan yang dinamis, yang penuh dengan SDA serta berbai intrik dan upaya dalam usaha untuk memilikinya. Salah satu yang menonjol belakangan ini adalah adanya perebutan potensi SDA di Laut China Selatan yang jadi rebutan enam negara China, Filipina, Malaysia, Taiwan, Vietnam, dan Brunai kemudian dengan penempatan 2500 Marinir Amerika di Darwin. Lalu apa sebenarnya yang terjadi di kawasan?
Menurut James Luhulima (Kompas,19,11,2011), Situasi di sekitar KTT ASEAN ini menarik untuk diamati, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara. Sebelum hadir di KTT Ke-19 ASEAN yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton berkunjung ke Filipina. Sementara Presiden Amerika Serikat Barack Obama singgah di Australia. Di Filipina, di atas kapal perang USS Fitzgerald, Clinton berjanji akan mendukung Filipina secara militer. Dalam kunjungan ke bekas negara jajahannya itu, Clinton juga menandatangani sebuah deklarasi untuk menandai 60 tahun perjanjian keamanan antara Amerika Serikat dan Filipina.
Di Australia, Presiden Obama mengumumkan kesepakatan keamanan baru dengan Australia, yang dianggap banyak kalangan sebagai tanggapan atas perilaku China yang akhir-akhir ini semakin agresif. Lewat perjanjian keamanan baru itu, Amerika Serikat akan memperbesar kehadiran militernya di Australia. Sekitar 250 personel marinir Amerika Serikat akan memulai rotasi di Australia utara, tahun depan, hingga total personel militer di wilayah itu nantinya mencapai 2.500 orang.
Lalu, pertanyaannya, mengapa Australia memerlukan Amerika Serikat untuk menjamin keamanannya? Sebagai negara benua yang berbatasan dengan Benua Antartika di selatan, Australia sejak awal selalu memersepsikan musuh bagi negaranya akan datang dari utara. Dr Paul Dibb, akademisi dari Lembaga Pertahanan, Australian National University, yang pada tahun 1980-an diminta membuat laporan tentang peninjauan pertahanan Australia, sama sekali tidak mencantumkan Indonesia sebagai ancaman.
Australia selalu menganggap China sebagai ancaman. Dalam ceramahnya di Jakarta, Dr David Walker, dosen tamu di Universitas Indonesia tahun 1986, mengatakan, anggapan itu tidak didasarkan atas sejarah berdirinya Australia. Kekhawatiran itu lebih bersumber dari sedikitnya penduduk yang berdiam di negara benua yang wilayahnya sangat luas. Ia menyebut kekhawatiran itu sebagai sindrom Australia. Itu sebabnya Australia memperluas rentang garis pertahanan keamanannya hingga 3.000 kilometer. Bahkan, lewat kerja sama pertahanan lima negara dengan Malaysia, Singapura, Australia, Inggris, dan Selandia Baru, Australia menempatkan pesawat tempur di Butterworth, di utara Kuala Lumpur.
ASEAN Tak Akan Diganggu
Menurut Kompas 20,11,2011; Indonesia dan ASEAN mendapat jaminan dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Australia Julia Gillard bahwa penempatan tentara AS di Darwin, Australia, tidak dimaksudkan untuk mengganggu negara tetangga di kawasan. Pasukan AS itu, menurut Obama dan Gillard, disiapkan untuk program latihan dan mempercepat pengerahan bantuan guna keperluan penanganan bencana alam.
”Presiden Obama secara resmi menyampaikan, tak ada niat apa pun untuk mengganggu negara tetangga Australia. PM Gillard juga menyampaikan hal sama, tak ada intensi mengganggu dengan tambahan kekuatan itu. Itu hanya untuk latihan dan kerja sama mengatasi bencana dan sebagainya. Saya senang dengan penjelasan itu,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers seusai menutup rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN Ke-19 dan KTT Asia Timur di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Sabtu (19/11).
Yudhoyono mengatakan bahwa Australia dan AS adalah bagian dari KTT Asia Timur, yang sepakat menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian. Semua pihak tidak boleh menimbulkan praduga yang menimbulkan perpecahan di kawasan.
”Apakah tidak mengancam Indonesia? Saya kembalikan pada kebijakan dasar AS dan Australia, yang menghormati integritas teritorial dan kedaulatan kita. Dengan demikian, saya menerima penjelasan itu. Kalau itu untuk penanggulangan bencana, kita akan laksanakan latihan bersama dengan Australia, AS, Jepang, China, dan semua negara di kawasan,” kata Yudhoyono.
Penempatan pasukan AS di Australia sempat dikaitkan dengan sengketa wilayah Laut China Selatan yang diklaim oleh China, Taiwan, dan empat negara ASEAN, yaitu Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Brunei. Pada Sabtu pagi, sebelum KTT Asia Timur dimulai, Obama menggelar pertemuan bilateral dengan PM China Wen Jiabao tanpa memberikan penjelasan resmi kepada media setelah pertemuan.
Asisten Menlu China Liu Zhenmin mengatakan, pertemuan kedua kepala pemerintahan berjalan konstruktif. China tetap ingin menyelesaikan masalah Laut China Selatan secara bilateral lewat negosiasi. China mendukung implementasi Deklarasi Tata Perilaku (DoC) yang disepakati bersama ASEAN dan siap membicarakan untuk menyusun Kode Tata Perilaku (CoC).





