Kawasan Perbatasan, Reposisi Politik Luar Negeri Terus Berlangsung Sejak Reformasi

Indonesia akan terus berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, seraya terus memperjuangkan terwujudnya keadilan dan perdamaian dunia. Politik luar negeri Indonesia yang dikembangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah ke segala arah, sejuta kawan tanpa satu pun lawan.

“Reposisi terus berlangsung sejak reformasi, dan kini Indonesia menjadi kekuatan regional dan sekaligus pemain global yang disegani,” kata Presiden SBY pada bagian lain pidato kenegaraannya di hadapan sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daearah (DPD) di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (15/8) pagi.

Di abad ke-21 ini, lanjut Presiden SBY, Indonesia terus membuka dan memperluas ruang gerak diplomasi dengan siapapun sepanjang mendukung kepentingan nasional kita. Presiden merumuskan politik luar negeri kita sebagai politik luar negeri ke segala arah (all directions foreign policy), dan sejuta kawan tanpa satu pun lawan (a million friends and zero enemy). “Dalam kaitan ini, Indonesia telah membangun kemitraan strategis dengan seluruh negara-negara besar dan sebagian besar emerging powers dunia,” SBY menjelaskan.

Yang jelas, ujar SBY, situasi internasional yang kita hadapi semakin sarat dengan tantangan. Kita prihatin bahwa hubungan antar negara-negara besar yang beberapa tahun belakangan ini berada dalam kondisi stabil dan kooperatif, kini mulai mengarah pada ketegangan baru. Konflik Ukraina berpotensi mengakibatkan ketegangan strategis yang berkelanjutan di Eropa, dan bahkan telah ikut merenggut ratusan korban tidak berdosa, termasuk 14 korban warga negara Indonesia dalam insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airline dengan nomor penerbangan MH-17.

“Situasi keamanan dan politik di Timur Tengah semakin tidak menentu arahnya. Tragedi kemanusiaan di Gaza Palestina masih berlangsung. Dan virus Ebola, kini menjadi ancaman bagi negara manapun mengingat jenisnya yang mematikan,” Presiden SBY menambahkan.
Di lingkungan terdekat di Asia Tenggara, Indonesia terus berkontribusi aktif pada penguatan ASEAN bagi terciptanya suatu kawasan yang damai dan sejahtera. “Selama lima tahun terakhir ini, termasuk saat menjadi Ketua ASEAN sepanjang tahun 2011, Indonesia terus mendorong sentralitas ASEAN dalam percaturan kawasan dan peningkatan peran ASEAN dalam menghadapi permasalahan global,” ujar SBY.

Indonesia berkomitmen kuat dan nyata untuk memastikan kesiapan diri kita sendiri menuju pembentukan Komunitas ASEAN 2015. Mengingat semakin dekatnya pembentukan Komunitas ASEAN 2015, yakni 31 Desember 2015, Indonesia harus semakin giat menyosialisasikannya kepada seluruh rakyat Indonesia agar mereka dapat memahami segala peluang dan tantangan yang ada, dan dapat meraih sebanyak mungkin manfaat dari komunitas bersama 600 juta jiwa ini. (yor)
Sumber :http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2014/08/15/10333.html

 
 
x

Pengembangan Wilayah Perbatasan Negara Kepulauan

Untuk Mendapatkannya? Caranya Mudah Tinggal Masukkan Nama dan Email Anda Kemudian Down Load. Terimakasih !!!