Mahathir Mohammad, Kerja sama Ekonomi dan Kemakmuran Bersama

Oleh harmen batubara

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, berkunjung ke Jakarta, Senin, 14 April 2014. Mahathir memberikan ceramah bertajuk: Malaysia-Indonesia: Dulu, Kini, dan Selamanya di ruang auditorium Menara Mega, Jakarta Selatan.Perdana Menteri yang memimpin Malaysia selama 22 tahun itu mengatakan hubungan kedua pemerintah sudah cukup baik. Sebagai pemerhati media, kita ikut gembira atas gagasan mereka yang menghadirkan Mahathir di Indonesia di tengah prosesi kelahiran pemimpin baru Indonesia. Apa yang dikatakan Mahathir memang sangat mencerminkan keinginan PARA PINI SEPUH kedua negara. Agar kedua bangsa yang bertetangga ini tetap rukun dan terus bekerja sama. Kunjungannya ke rumah Megawati dan ke istana Giri Bangun di Solo jelas sebuah ungkapan persahabatan sejati, Tapi kalau ada yang memanfaatkan tentu itu terpulang para pihak yang lagi punya hajat.

Oleh sebab itu, apabila di antara tetangga ada masalah, maka hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa. “Masalah-masalan yang terjadi di antara kedua pemerintah adalah masalah-masalah kecil yang biasa terjadi di negara mana pun juga. Memang terkadang ada aksi demonstrasi, tetapi hal itu tidak menganggu hubungan kedua negara. Masalah kerap timbul, karena lokasi kedua wilayah yang berdekatan,” kata Mahathir.

Hubungan Malaysia dengan RI, imbuh Mahathir, berbeda dengan hubungan antara Tiongkok dengan Jepang. Di antara kedua negara Asia Timur itu, kata Mahathir, mereka masih belum bisa melupakan masa lalu yang kelam. “Pembunuhan massal yang dilakukan tentara Jepang saat itu merupakan bagian dari praktik penjajahan. Sementara ketika RI dan Malaysia memasuki masa konfrontasi, tidak ada tindak kekerasan semacam itu,” kata dia. Menurut penulis itu juga adalah cerminan “kepedulian seorang Soekarno” atas negara serumpun. Soekarno tak mau Malaysia jadi negara bonekanya Inggris.

Selain itu, Mahathir menambahkan kedua negara memiliki potensi dan aset yang berbeda. Indonesia, kata Mahathir memiliki potensi penduduk yang besar mencapai 250 juta jiwa dan sumber daya alam berlimpah. Sementara penduduk Malaysia tidak sampai 30 juta orang. “Oleh sebab itu, penting bagi Malaysia dan RI untuk bekerja sama, termasuk menyediakan pasar tenaga kerja dan pasar bagi kedua belah pihak,” kata dia.

Negara Serumpun Itu Fakta

Mahathir mengatakan, Malaysia dan Indonesia merupakan negara serumpun yang sejak dulu kala memiliki kesamaan latar belakang sejarah dan budaya. Harus dijalin iklim kerja sama yang baik, berbagai strategi, dan informasi untuk kemajuan bersama. Mahathir Mohammad optimistis dapat menghadirkan simbiosis mutualisme di kedua negara tersebut, khususnya di bidang perekonomian.Mahathir memetakan bahwa saat ini, secara perekonomian, Malaysia belum bisa dibilang berada di atas Indonesia. Hal tersebut lantaran perbandingan jumlah penduduk Malaysia yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan Indonesia.

“Saat ini bisa dibilang secara pendapatan per kapita, boleh jadi Malaysia lebih besar. Tapi jika dibandingkan dengan pendapatan Indonesia secara keseluruhan, sangatlah kecil. Alasannya adalah karena jumlah penduduk Malaysia tidak lebih dari 30 juta jiwa. sementara Indonesia mencapai 250 juta jiwa,” jelas Mahathir. Walaupun demikian, hal tersebut tidak menutup kemungkinan akan adanya interchanging yang terjadi di antara kedua negara serumpun ini. Sebut saja dalam hal ketenagakerjaan, pasar modal, ekspor impor, serta pendidikan, Mahathir mengakui bahwa potensi ini harus terus dijaga.

Kerja Sama Ekonomi Bagi Kesejahteraan Bersama

Apa yang disampaikan oleh Mahathir jelas sekali maknanya, kerja sama secara tidak langsung mampu melahirkan kepercayaan. Hal ini disampaikan oleh Chairul Tanjung, CEO Trans Corp. Menurutnya pebisnis Indonesia sedikit banyak mendapat nilai lebih dan Indonesia beruntung dapat membuka diri dan bekerja sama dengan pebisnis asal Malaysia, sehingga mampu mengundang para investor asing yang menanamkan modalnya di Indonesia. Semua ini memberikan efek yang cukup baik dan signifikan dengan perkembangan berbagai sentra Industri Indonesia.

Sementara itu bagi Malaysia, Indonesia merupakan negara adidaya dikarenakan melimpahnya sumber daya alam. Hal tersebut, seperti yang diaparkan oleh Mahathir, bahwa untuk menunjang pembangunan di negaranya, sebuah posisi strategis tercipta jika dapat menjalin kerja sama dengan Indonesia. “Jika Malaysia hanya mengandalkan sumber daya alamnya saja, itu tidak cukup,” paparnya. “Saat ini Indonesia memiliki kelebihan penduduk. Dan kami, Malaysia, siap menerima mereka untuk mencari penghasilan di tanah kami,” jelasnya.
Sementara dari segi pasar modal, Malaysia melihat ini sebagai peluang yang harus tetap dikembangkan. Pasalnya, banyak usaha makro maupun mikro, baik itu yang bergelut di bidang barang maupun jasa, memandang modal sebagai substansi yang sangat menentukan berkembang atau tidaknya suatu usaha.

Indonesia juga ditengarai sebagai penyuplai hasil bumi teratas ke Malaysia, baik itu dari pertanian, perkebunan, serta perikanan. “Ini juga perlu di jaga. Benefitnya adalah Indonesia dapat meraup devisa dari aktivitas ini,” jelasnya. Hal tersebut berlaku juga di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia khususnya Entikong-Tebedu. Malaysia sudah membangun dry port Terpadu Tebedu, yang mampu memberikan sarana perdagangan dan pengiriman produk-produks dari wilayah perbatasan Indonesia ke pasar-pasar internasional-di lingkungan Asean seperti ke Singapura-Hongkong-Taiwan dll.

Di sisi pendidikan, banyak hal sangat menarik, bahwa pada masa pra – orde baru, Malaysia datang ke Indonesia untuk belajar. Mahasiwa mereka datang ke sini mencari pendidikan yang baik di sekolah dan perguruan Tinggi Indonesia. Malaysia juga berani memberi gaji yang besar dan perlakukan yang lebih baik bagi guru-guru dari Indonesia yang mau mengajar di negaranya. Sekarang situasinya sudah terbalik, justru Indonesia yang datang ke Malaysia untuk belajar. “Hal ini karena kami senang meniru,” kelakar Mahathir.

Namun, ini merupakan bagian dari kerja sama internasional yang perlu terus dijaga. Hal tersebut didasari oleh banyaknya institusi pendidikan ternama di Malaysia yang memberikan kualitas pendidikan berskala internasional, seperti Sunway University, Nottingham University, Curtin University, dan masih banyak lagi. “Jadi dengan berpredikat lulusan universitas berskala internasional, pelajar Indonesia bakal merasa lebih bangga,” imbuhnya.

 
 
x

Pengembangan Wilayah Perbatasan Negara Kepulauan

Untuk Mendapatkannya? Caranya Mudah Tinggal Masukkan Nama dan Email Anda Kemudian Down Load. Terimakasih !!!